Apakah
kehidupan hanya ada di muka bumi menjadi misteri besar bagi umat
manusia. Pertanyaan itulah yang membuat organisasi pencari alien, SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) mengarahkan teleskop radionya ke langit, menangkap sinyal yang mungkin dikirimkan oleh mahluk luar bumi.
Badan
Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun merogoh kocek miliaran dolar untuk
mengirim kendaraan penjelajah Curiosity ke Planet Mars untuk mencari
kehidupan di "planet merah". Hingga saat ini segala upaya itu belum
berhasil. Semua temuan baru sebatas asumsi.
Namun,
sebuah keyakinan disuarakan astronom Kerajaan Inggris sekaligus mantan
Ketua Royal Society, Martin Rees. Ia percaya para ilmuwan akan berhasil
menjawab pertanyaan itu dalam waktu 40 tahun. Termasuk, mendapatkan
bukti adanya kehidupan lain, baik yang ada di luar bumi, atau lebih jauh
lagi, di luar tata surya.
Rees
yang bergelar Lord mendasarkan keyakinannya bahwa para astrofisikawan
akan mampu melihat gambar planet di luar tata surya dengan lebih jelas
sesegera mungkin, sekitar tahun 2025. Ini akan memandu manusia pada
penemuan beberapa bentuk kehidupan lain--yang tak harus mirip dengan
gambaran alien yang mahacerdas dan berkepala besar.
Saat
ditanya, apa yang bisa diharapkan dari perkembangan ilmu pengetahuan 40
tahun mendatang, ia menjawab, manusia akan lebih memahami "asal usul
kehidupan", tempat di mana kehidupan bisa berlangsung, dan apakah alien
itu memang ada. "Ini akan menjadi sangat krusial," kata dia.
Rees bicara soal keyakinannya itu dalam peluncuran serial terbaru ilmuwan tenar, Stephen Hawking, Grand Design di Discovery Channel.
Rees
adalah astronom kerajaan yang menjadi penasehat senior masalah
astronomi Ratu Inggris sejak tahun 1995. "Dalam 10 atau 20 tahun lagi,
kita akan bisa mendapat gambaran lebih jelas tentang planet lain yang
mirip bumi, yang mengorbit ke sebuah bintang laiknya matahari," kata
dia. "Akan sangat menarik untuk mencari apakah ada bukti keberadaan
mahluk ekstra teresterial, atau sebaliknya, tidak ada."
Sebelumnya,
keyakinan ada kehidupan di luar bumi juga disampaikan Stephen Hawking.
Kata dia, itu masuk akal, sebab jagat raya ini lebih luas dari apa yang
bisa dibayangkan manusia. Jagat raya menurutnya memiliki 100 miliar
galaksi.
Menurut
Hawking, rupa alien bisa saja sama dengan mikroba atau hewan biasa,
yang merupakan tipe mahluk hidup yang paling lama menghuni bumi.
Sebagai
mahluk hidup, alien bisa jadi juga punya intelegensia dan daya ancam.
Itulah sebabnya ilmuwan berusia 68 tahun itu memperingatkan bahwa kontak
dengan alien bisa berbahaya bagi kehidupan manusia.
Ilmuwan
yang terkenal dengan teori "Lubang Hitam" itu menyatakan bahwa alien
bisa saja menyerang Bumi demi mendapatkan sumber daya yang mereka
butuhkan dan selanjutnya pergi lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar